Hajat Bumi Kebudayaan Tradisional yang Terus Dilestarikan

WALAHAR – Kebudayaan tradisional merupakan salah satu aset daerah maupun pemerintah pusat yang harus dilesatrikan. Setiap daerah pasti memiliki kebudayaan, adat dan tradisi yang selayknya terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Hal serupa terlaksana pula di Walahar.

Warga  Walahar sedang makan bersama dalam acara Hajat Bumi yang  diselenggarakan di dusun 4 Desa Walahar, Minggu 4 November  2018

Hajat bumi  ke-75 desa Walahar telah digelar, Minggu 4 November 2018 yang lalu. Acara ini merupakan sebuah kebudayaan tradisional yang telah berkembang di Walahar semenjak 75 tahun yang lalu. Hajat bumi merupakan acara wujud syukur masyarakat Walahar terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang tumbuh dan dituai di Walahar.

Hajat Bumi tahun ini mengambil tema ‘Ngamumulé anu geus kapohokeun, ngarapetkeun anu anggang, ngahijikeun anu papisah, yang menurut Kepala Desa Walahar, Sardi Anwar Sulendra, berarti sebuah tekad untuk mempersatukan potensi sumberdaya manusia di Desa Walahar.

Pak Darsa sesepuh Desa Walahar sedang menyampaikan sejarah kegiatan Hajat Bumi di Desa Walahar

Acara hajat bumi terbagi kedalam 2 sesi yaitu acara puncak dan acara hiburan dan dilaksankana dalam 2 waktu yang berbeda. Pada acara puncak atau acara utama Hajat Bumi diisi dengan acara sedekah yang merupakan ucapan puji syukur kepada Yang Maha Esa, penampilan tari dan lagu rakyat yang disebut Nayuban baru kemudian setelah itu baru ditutup dengan kegiatan makan bersama.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan pementasan kesenian yang merupakan acara hiburan bagi masayarakt. Pada tahun ini kesenian yang dipilih merupakan pertunjukkan wayang golek. Tiap tahunnya hiburan yang disuguhkan pada hari bumi ini hampir selalu berbeda, namun untuk jenis kebudayaan yang dipilih semuanya merupakan kebudayaan tradisional Khas Kaarawang.

Dalam melestarikan kebudayaan Hajat Bumi ini, seluruh warga berpartisipasi gotong royong dari mulai menyiapkan makanan yang akan disantap bersama , hingga mengumpulkan dana secara gotong rayang untuk mendanai kegiatan ini.
Shihab ketua BPD desa Walahar menyampikan bahawa harapannya kedepan kebudayaan Hajat Bumi ini dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi dan tidak punah. Harus ada regenarasi kedepannya bahwa adat ini tidak boleh putus dan terus berlajut.

Penulis   : Irene Putri Sugiharti
Foto & Video : Virgian Jedi, Daniela Dinda.

 

Spread the word. Share this post!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: